Monthly Archives: August 2013

Flooding in Jakarta

Mark Caljouw, Peter J.M. Nas, Pratiwo

Abstrak

Banjir merupakan peristiwa yang akrab bagi kota-kota di Pantai utara Jawa. Dari tahun ke tahun banjir selalu terjadi menimpa daerah perkotaan dan pedesaan. Kondisi banjir, bukan hanya masalah kesehatan dan drainase kota yang harus dibahas, tetapi juga bagaimana banjir tadi menimbulkan berbagai masalah sosial.
Continue reading

Land-Subsidence

Penurunan Permukaan Tanah di Pesisir Jakarta

Definisi penurunan tanah adalah salah satu fenomena deformasi permukaan bumi secara vertikal di samping terjadi fenomena uplift. Penurunan tanah ini dapat berlangsung dalam waktu yang lama, sehingga jika ini terjadi terus menerus, daerah-daerah yang mengalami penurunan tanah akan mengalami dampak dari penurunan tanah itu sendiri, sedangkan penurunan tanah itu sendiri tidak merata di setiap daerah. Penurunan tanah khususnya di wilayah DKI Jakarta ini terbesar didominasi di Jakarta bagian utara. Setiap tahunnya terjadi penurunan 5 s/d 10 cm, sebaga akibatnya 40% dari Jakarta berada dibawah permukaan laut.

Salah satu penyebab turunnya tanah di Jakarta adalah eksploitasi air tanah yang berlebihan. Sejak awal abad ke-20, penduduk Jakarta memanfaatkan air tanah untuk memenuhi kebutuhan mereka, kebutuhan air minum, maupun kebutuhan industri pabrik. Namun seiring waktu, kebutuhan air meningkat, sehingga pemanfaatan air tanah pun juga meningkat. Peningkatan pemanfaatan air tanah menyebabkan turunnya tanah di Jakarta. Peningkatan pemanfaatan air tanah di Jakarta terjadi karena beberapa faktor, yaitu urbanisasi dan padatnya penduduk Jakarta, serta aktivitas industri.

Penurunan permukaan tanah (subsidence) akibat ekploitasi air tanah Jakarta yang berlebihan, menyebabkan posisi Jakarta terhadap laut makin rendah. Kondisi ini diperburuk dengan kecenderungan meningkatnya muka air laut sampai hampir di sebagian besar kota-kota dunia akibat pemanasan global (global warming). Penurunan daratan di Ancol dan meningkatnya risiko terjadinya banjir dan genangan ini dapat dijadikan salah satu indikator tentang Jakarta sedang menuju tenggelam.

Penurunan muka tanah memberikan dampak negatif secara langsung di sekitar wilayah terdampak, seperti menyebabkan banjir dan rob (tidal flooding) di daerah pantai (coastal zone), kerusakan pada gedung-gedung dan rumah-rumah, serta infrastruktur seperti jembatan dan jalan, bahkan dapat menyebabkan meledaknya pipa gas. Penurunan muka tanah juga mempunyai implikasi terhadap kehidupan sosial seperti berkurangnya kualitas hidup dan lingkungan (kondisi sanitasi dan kesehatan) di wilayah terdampak. Penurunan muka tanah merupakan salah satu bencana yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Selain kerugian ekonomi langsung (direct losses), penurunan muka tanah juga menyebabkan kerugian ekonomi secara tidak langsung (indirect losses) seperti berkurangnya pendapatan, hilangnya mata pencaharian penduduk, guncangan bisnis, bahkan menurunnya laju pertumbuhan ekonomi.

bkt

Jakarta Tenggelam

Luas Jakarta 65.000 Ha; 40 % (24.000 Ha) daratan rendah di bawah muka laut pasang 1 s/d 1.5 m; Dari 40 % tersebut, baru 11.500 Ha yang sudaH dilayani dengan sistem Polder;

Daerah tangkapan hujan yang mempengaruhi Jakarta meliputi Bopunjur (Bogor, Puncak dan Cianjur) dengan luas 85.000 Ha;

Air dari hulu mengalir melalui 13 sungai/kali menuju laut melewati Jakarta;

Sebagian ruas Ciliwung telah direvitalisasi, namun beberapa kali dan ruas kali belum dinormalisasi seperti kali Grogol, kali Krukut, kali Sunter bahkan pada bantaran kali dijadikan tempat hunian (bangunan liar) sehingga terjadi penyempitan penampungan; Water ratio wilayah Prop.DKI Jakarta baru mencapai 2,41 % ( target 2010: 4,92 % );

Pembangunan dan perubahan tata guna lahan di Bopunjur dan Jabodetabek yang sangat pesat menyebabkan terjadinya penambahan debit air sungai melampaui kapasitas maksimumnya (menambah run-off air );

Akibat ekploitasi air tanah dalam yang berlebihan dan beban bangunan bertingkat menyebabkan terjadinya penurunan tanah (land subsidence), yang menambah daerah rawan banjir.